Senin, 19 Desember 2016

Moonlight VS Moon Lovers

Annyeong! Kali ini saya bakal ngereview 2 kdrama yaitu Moonlight Drawn by Clouds dan Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo dengan cara membandingkan satu sama lain. Bukan karena judulnya sama sama moon yahh, tapi karena kedua drama ini sama sama bergenre saeguk dan tayang berbarengan di Korea.
Moonlight Drawn by Clouds tayang perdana pada tanggal 22 Agustus 2016 di channel KBS2 tiap Senin dan Selasa dengan 18 episode. Moon Lovers tayang perdana pada tanggal 29 Agustus 2015 di channel SBS tiap hari Senin dan Selasa juga dan dengan 2 episode lebih banyak dibanding moonlight.

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds
Hong Ra On (Kim Yoo Jung) menyamar menjadi seorang pria dan konsultan dalam urusan berkencan. berawal dari sebuah surat yang ditulis ke klien nya, Hong Ra On bertemu dengan Lee Yeong (Park Bo Gum) yang merupakan putra mahkota. Dalam pertemuannya itu Hong Ra On tidak mengetahui bahwa Lee Yeong adalah seorang pangeran begitu juga sebaliknya Lee Yeong tidak mengetahui Hong Ra On adalah seorang wanita. Namun perlahan Lee Yeong menyadari Hong Ra On adalah seorang wanita dan Lee Yeong mulai tertarik kepada kasimnya itu.

Sinopsis Moon Lovers
Hae Soo (IU) adalah seorang gadis berusian 25 tahun dari era modern yang kembali pada era Dinasti Goryeo dan terperangkap dalam konflik percintaan dan perjuangan pangeran didalam istana. Disana, ia jatuh cinta dengan Wang So (Lee Joon Ki) yang merupakan pangeran ke-4 dan salah satu orang yang paling ditakuti pada era tersebut. 

PERBANDINGAN
Aktor Utama
Untuk aktor utama Moonligh Drawn by Clouds yang diperanin sama Park Bo Gum memiliki karakter yang periang dan humble, sedangkan Wang So yang diperanin oleh Lee Joon Ki di Moon Lovers memiliki karakter yang dingin dan bikin semua orang takut sama dia.

Aktris Utama
Hong Ra On dan Hae Soo sama sama menjadi cewek periang dan mampu mengambil hati pangeran tentunya.

Peran Pendukung
Di Moonlight ada Kim Yoon Sung (Jin Young) dan Kim Byung Yeon (Kwak Dong Yeon) yang berperan menjadi sahabat kecilnya pangeran. Tetapi ketika dewasa, Kim Yoon Sung malah bermusuhan dengan pangeran, dan Kim Byung Yeon tetap menjadi sahabat sejati pangeran sampai akhir. Lalu ada Jo Ha Yeon (Chae Soo Bin) yang sempat menjadi orang ketiga diantara hubungan pangeran dan Ra On. Tapi tenang, disini dia menjadi orang ketiga yang baik kok :)

Di Moon Lovers kita dapat melihat 6 pangeran lain yang ga kalah ganteng dari Wang So. Tiap pangeran memiliki karakternya masing-masing. Hwangbo Yeon Hwa (Kang Han Na) berperan menjadi putri antagonis yang sangat ingin mendapatkan tahta menjadi ratu. Lalu masih banyak aktris pendukung lainnya yang membuat drama ini menjadi lebih berwarna.

Era
Moonlight bersetting di era dinasti joseon, sedangkan Moon Lovers di era yang lebih dulu yaitu dinasti goryeo

Permasalahan Politik
Drama sejarah pastinya ga jauh jauh ada mengandung unsur politik kerajaannya. Nah untuk bagian ini lebih rumit di drama Moon Lovers karena di zaman dinasti goryeo politik tentang pernikahan masih sangat kental, dapat dilihat dari Raja Taejo (ayah nya Wang So) yang masih memiliki lebih dari satu istri hanya untuk memperluas daerah kekuasaannya sehingga silsilah keluarganya juga lebih ribet dibanding Moonlight. Dari istri raja yang banyak itulah dia juga akhirnya memiliki banyak pangeran yang akhirnya saling memperebutkan kekuasaan.

SPOILER ALERT!!

Jalan Cerita Asmaranya
Di Moonlight kita dapat melihat kisah percintaan Ra On dan Lee Yeong sampai akhir yang walaupun ditengah sempat menyelip Kim Yoon Sung dan Jo Ha Yeon yang masing-masing menyukai Ra On dan Lee Yeong, tetapi tidak berhasil memisahkan mereka berdua. Ra On yang awalnya menyamar sebagai pria sempat membuat ragu Lee Yeong akan perasaannya karena banyak yang mengira dia menyukai sesama jenis, tetapi ia tetap menyukai Ra On sampai akhirnya ia tau kalau ternyata Ra On adalah wanita. Ujian hubungan mereka tidak berakhir disitu saja, tetapi Lee Yeong harus dihadapkan pada fakta bahwa Ra On adalah anak dari pemberontak yang menjadi buronan.

Di Moon Lovers, kisah percintaan Hae Soo tidak langsung bermula dengan Wang So, tetapi awalnya ia jatuh cinta kepada Wang Wook yang mana merupakan suami dari kakak sepupunya. Setelah kakak sepupunya meninggal, mereka semakin dekat. Tetapi kemunculan Hae Soo dapat mengubah sifat Wang So yang awal nya dingin menjadi baik, hal ini yang membuat Wang So menyukai Hae Soo dan membuat mereka berdua juga semakin dekat. Tetapi hati Hae Soo masih mencintai Wang Wook sampai akhirnya Wang Wook berubah saat ia menginginkan kekuasaan. Disinilah cinta Hae Soo berpaling ke Wang So yang menyukainya terlebih dulu.
Untuk jalan asmara Hae Soo dan Wang So menurut saya terlalu banyak salah paham yang membuat hubungan mereka membaik dan memburuk pada saat yang cepat.

Ending
Moonlight memiliki happy ending untuk Ra On dan Lee Yeong karena akhirnya mereka dapat bersatu dan Ra On dapat hidup sebagai wanita dengan tenang, sedangkan Moon Lovers sangat disayangkan memiliki sad ending yang membuat saya belum bisa move on sampai sekarang. Hae Soo berakhir meninggal di era goryeo dan kembali hidup di era kini, tetapi di akhir dia tidak dipertemukan kembali dengan Wang So.
Sebenarnya yang membuat saya nyes itu bukan karna mereka tidak dipertemukan kembali di era sekarang, tetapi melihat Wang So harus sendiri menjalani periode kerajaannya tanpa Hae So, padahal dia sangat sangat mencintai dan membutuhkan Hae So. Di akhir juga memperlihatkan Hae So sedih karena meninggalkan Wang So sendirian.

END OF SPOILER


Ya begitulah perbandingan dari kedua drama Moon-Moon ini. Buat yang menyukai drama sejarah yang ringan lebih baik nonton Moonlight. Tapi buat yang mau nonton sambil cuci mata ngeliat pangeran yang ganteng-ganteng dan bikin betah dengan alur ceritanya yang berat, langsung nonton Moon Lovers sekarang ya!! :) 

Rabu, 28 September 2016

Explore Sumatera Barat Day 2

Lanjut dari post Explore Sumatera Barat Day 1, dihari kedua di sumbar kami melanjutkan perjalanan dari Padang pukul 07.00 ke Pantai Gandoriah yang terletak di Pariaman. Pantai ini adalah pantai berpasir dan berbatu yang ada di Sumatera Barat. Sebenarnya tujuan utama kami bukan ke pantai ini, tetapi ke Pulau Angso Duo yang dapat dikunjungi lewat pantai ini. Tapi karena sudah disini, kami menyempatkan untuk mengambil beberapa foto.



Untuk menuju Pulau Angso Duo, kami harus membeli tiket perahu motor seharga 30.000 rupiah PP per-orangnya. Lalu kami harus menunggu 20 orang agar bisa menaiki perahu. Menempuh perjalanan sekitar 10-15 menit akhirnya kami sampai di pulau.


Di pulau dapat kita lihat papan nama pulau Angso Duo tetapi sayang sekali karena kurangnya perawatan, huruf "Duo" nya sudah tidak ada.
Pulau yang dikelilingi oleh pasir putih ini masih sepi, tenang, dan memiliki pemandangan yang sangat indah. Pasir-pasir putih yang lembut sangat memanjakan kaki saya ditambah dengan deburan ombak yang halus. Tetapi hati-hati untuk kalian yang melepas alas kaki karena di pasirnya terdapat banyak karang. Ohya untuk menjaga kelestarian pulau, karang-karang yang ada tidak boleh dibawa pulang ya.



Pengunjug dapat mengelilingi pulau dengan menyisir pantai atau melewati tengah pulau yang sudah disediakan jalur untuk berjalan kaki. Tetapi saya tidak sempat berkeliling karena harus memburu waktu untuk lanjut ke tujuan perjalanan berikutnya yaitu Lubuk Basung kampungnya ibu saya.
Diperjalanan di Pariaman, ibu saya tidak lupa untuk membeli "pensi". Pensi ini bukan pentas seni ya, tapi makanan berupa kerang kecil-kecil berwarna hitam yang dibumbui oleh bumbu kunyit. Buat kalian yang menyukai seafood dan mendatangi Kota Pariaman, wajib buat nyobain pensi yang banyak dijual di pinggir jalan. Saya tidak bisa mendeskripsikan rasanya karena tidak suka kerang, tetapi kalau kata ibu saya pensi ini enak banget dan bikin nagih. Kalian yang sudah pernah ngerasain mungkin bisa memberi tahu rasanya kepada pembaca lainnya di kolom komentar :) Waktu itu juga saya tidak sempat foto jadi saya tampilkan salah satu foto dari mbah google saja ya.
source : http://baritominang.blogspot.co.id/
Sesampainya di Lubuk Basung kami bersilaturahmi ke beberapa rumah keluarga. Pukul 15.00 kami melanjutkan perjalanan ke Kelok Sembilan yang ada di Payakumbuh melewati kota Bukittinggi. Tadinya ingin mampir ke beberapa tempat wisata di Bukittinggi tapi karena mengejar ingin sampai di Kelok Sembilan sebelum matahari terbenam akhirnya kami tidak mampir kemana-mana lagi. Tetapi malang tak dapat ditolak, kami sampai di kelok sembilan ketika hari sudah mulai gelap ditambah lagi dengan mendung. Alhasil cuma bisa mengambil sedikit foto.
Jika kalian ingin spot foto yang bagus di kelok sembilan ini kalian bisa ke atas lalu ke jalanan kelok sembilan yang lama. Disitu kita bisa melihat seluruh jembatan layang kelok sembilan yang dikelilingi oleh bukit-bukit. Sayang sekali ketika saya sampai di atas hari sudah sangat gelap jadi kami akhirnya langsung pulang ke Pekanbaru.

Sekian perjalanan saya di Sumatera Barat hari kedua. Masih banyak tempat-tempat wisata yang belum saya datangi dan semoga bisa tercapai di lebaran-lebaran selanjutnya xoxo

Senin, 26 September 2016

Explore Sumatera Barat Day 1

Setelah 3 kali lebaran ga pulang kampung ngikutin bang toyib, akhirnya lebaran 2016 ini pulang juga. Sebenernya ini jalan-jalan sekalian pulang kampung sih karna niatnya jalan dan ngelewatin kampung ibu sama ayah jadinya sekalian.
Berangkat dari Pekanbaru senin malam dan sampai di Lintau Buo kampungnya ayah pada pukul setengah 3 subuh. Langsung tidur dan niatnya bangun jam 5 tapi ga sanggup bangun jam segitu dan ga sanggup mandi juga karna airnya dingin banget jadi ya baru bangun jam 6. Setelah mandi, saya menyempatkan diri buat jalan-jalan disekitar rumah buat menikmati sunrise, pemandangan hijau, dan udara segar.


Setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke puncak pato yang masih berada di Lintau Buo. Untuk mencapai puncaknya kita harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak. Sampai di atas kita bisa melihat indahnya dataran Sumatera Barat dari ketinggian.
Jalur untuk mencapai puncak pato


Setelah sekitar 30 menit berada di puncak pato, kami melanjutkan perjalanan ke Istana Pagaruyung yang berada di Batusangkar. Istana pagaruyung ini berisi ribuan benda peninggalan sejarah Minangkabau, dan pernah terbakar pada akhir tahun 2007. Waktu saya kecil sudah pernah kesini dan melihat beberapa peninggalan sejarah yang ada. Karena itu, liburan kali ini saya dan keluarga tidak masuk ke dalam.



Pukul 10.00 kami menempuh perjalanan sekitar 3 jam ke Padang untuk menjemput keluarga yang ada disana dan langsung menuju daerah Pesisir Selatan. Pukul 15.00 kami sampai di Pelabuhan Carocok. Niat awalnya dari situ ingin pergi ke Pulau Cubadak yang terkenal sebagai surga nya Sumatera Barat, tapi ternyata tidak bisa. Dikarenakan pulau tersebut dikelola oleh pihak asing dimana untuk pergi kesana kita harus menghubungi orangnya tersebut secara langsung.
Di Pelabuhan Carocok tersebut terdapat banyak orang yang menawarkan perahu untuk mengelilingi beberapa pulau yang ada di kawasan Mandeh seharga 600.000 per perahu. Tetapi karena rasanya tidak puas untuk berkeliling dari jam segitu, kami memutuskan untuk pergi ke Puncak Mandeh. Ada yang bilang Puncak Mandeh ini adalah Raja Ampat nya Sumatera Barat karena dari sini kita bisa melihat banyak pulau-pulau.




Selagi berada di daerah pesisir selatan, kami lanjut ke painan ke salah satu pantainya yang terkenal yaitu pantai carocok. Awal masuk pantai carocok, kami disambut dengan papan nama pantai carocok yang besar dan pantai dengan pinggiran bebatuan. Di lokasi ini sangat ramai dipadati dengan orang-orang dan tenda dagangan.

Karena kecewa dengan kondisi pantai yang ramai banget, kami berniat langsung pulang setelah mengambil beberapa foto di bebatuan. Tetapi om saya berkata bahwa jika terus kekanan, akan ada jembatan panjang dan pusat outbond. Untuk masuk kesana dikenakan biaya 5.000 rupiah per orang.
Jembatan panjang ini menghubungkan pantai dengan pulau-pulau sekitar yang menyediakan outbond. Saya tidak sempat mencoba outbond yang ada karena hari sudah sore, sehingga hanya foto-foto di sekitar jembatan.


Sunset di pantai carocok
Setelah menikmati sunset di pantai carocok, kami pulang ke padang. Sampai di padang sekitar jam 8 malam. Selesai mandi, istirahat, dan makan malam, kami lanjut jalan-jalan keliling padang dan berhenti di pantai padang.
Jam 11an kami pulang dan beristirahat menyiapkan tenaga untuk lanjut jalan di hari esoknya. Sekian perjalanan saya di Sumatera Barat hari pertama. See yaa di post Explore Sumatera Barat Day 2 xoxo

Rabu, 18 Mei 2016

No Escape (9/10★)

Sinopsis
Film No Escape ini adalah film bergenre thriller yang bercerita tentang Jack Dwyer (Owen Wilson) yang diterima bekerja di perusahaan air dan ditempatkan disebuah negara di Asia Tenggara. Baru beberapa hari Jack dan keluarganya pindah, terjadi kericuhan antara masyarakat dan pemerintah. Yang menyeramkan, kubu masyarakat membunuh semua warga asing yang mereka temui. Jack bersama istrinya Annie (Lake Bell) dan kedua putrinya Lucy (Sterling Jerins) dan Beeze (Claire Geare)  harus berusaha melarikan diri dari masyarakat yang mengancam nyawa mereka.
Jack sangat diincar oleh masyarakat lokal karena sepertinya kericuhan tersebut bersangkutan dengan perusahaan air tempat dia bekerja dan ditambah lagi dengan poster Jack yang ada di lobby hotel.
Untungnya Jack dan keluarganya dibantu oleh seorang turis dan warga lokal dengan latar belakang yang tak terduga Hammond (Pierce Brosnan) dan warga lokal Kenny Rogers (Sahajak Boonthanakit) yang mereka kenal di bandara setibanya di negara tersebut 

Review
Film berdurasi 103 menit dapat membuat penonton tegang sepanjang film karena kerusuhan yang telah terjadi dari menit ke 20. Sesuai judulnya "No Escape" yang menggambarkan tidak ada jalan keluar untuk Jack dan keluarganya dari negara yang mengancam hidup mereka. Kemanapun mereka lari dan bersembunyi akan selalu ada cara untuk masyarakat lokal menemukan mereka. Benar-benar ga ngasih mereka waktu buat bernafas sedikitpun. Untungnya Hammond yang sempat saya curigai di awal ternyata berperan baik di film ini.
Buat yang menyukai film thriller, film ini cocok untuk mengisi waktu luang kalian. Kalau kalian penasaran bagaimana perjuangan jack dan keluarga menyelamatkan diri dan apakah endingnya benar-benar "No Escape" atau ternyata ada jalan lain untuk mereka keluar dari negara tersebut, langsung cuss nonton sekarang ya!

Rabu, 24 Februari 2016

Reply 1988 (10/10★)

Annyeong! Reply 1988 adalah seri terakhir dari serial reply yang diawali oleh Reply 1997 pada tahun 2102 lalu diikuti Reply 1994 setahun setelahnya. Seperti yang kita ketahui ketiga drama ini bercerita tentang persahabatan beberapa pria dan satu wanita yang membuat kita menebak dengan siapa sang wanita ini nantinya akan menikah. Reply 1988 berjumlah 20 episode yang tayang di TVN mulai tanggal 6 November 2015. Drama ini dibintangi oleh Hyeri, Park Bo Geum, dan Go Kyung Pyo.
source : asianwiki.com
Sinopsis
Tahun 1988 adalah tahun yang bersejarah bagi Korea Selatan karena pertama kalinya diadakan Olimpiade di Seoul. Dan juga 1988 adalah tahun dimulainya gelombang K-Pop.
Di suatu daerah bernama Ssangmun-dong terdapat 5 pemuda yang bersahabat dari kecil. Mereka adalah Choi Taek, Kim Jung Hwan, Sun Woo, Ryu Dong Ryong dan seorang gadis bernama Sung Duk Sun. Mereka berlima mempunyai karakter yang berbeda-beda yang membuat persahabatan mereka berwarna. Choi Taek adalah pemain baduk profesional yang sangat pendiam dan polos, Jung Hwan bisa dibilang anak tanpa ekspresi, Dong Ryong adalah yang paling berisik, Sung Duk Sun adalah gadis periang dengan gaya yang benar benar menggambarkan gadis jadul tahun 80an, dan Sun Woo menjadi lelaki yang paling dewasa dan normal diantara mereka berlima.

Duk Sun membawakan salah satu bendera nama di Olimpiade 1988
Satu komplek Ssangmun-dong mantengin TV buat liat Duk Sun
Tidak hanya anak anaknya saja yang bersahabat, orang tua mereka juga sangat dekat dan selalu berbagi kesenangan dan kesedihan bersama.
Orang tua Duk Sun yang selalu jadi sepasang orang tua di serial Reply
Orang tua Jung Hwan yang dulu pernah hidup miskin dan sekarang sudah meningkat tidak pernah sombong dengan tetangganya, ia selalu berbagi dan yang paling asik diantara semua orang tua sampai sampai sang ibu mendapat julukan nyonya cheetah lol.
Nyonya Cheetah
Tak dipungkiri diantara persahabatan ini tercipta cinta segi segi yang berawal dari Duk Sun yang menyukai Sun Woo, lalu ternyata Jung Hwan dan Choi Taek sama sama mempunyai rasa terhadap Duk Sun. Cinta segi segi ini yang menjadi rintangan tesendiri dalam persahabatan mereka.

Review
This is one of the best kdrama i've ever seen!! Dari ketiga serial reply, menurut saya reply 1988 adalah yang terbagus. Persahabatan antar orang tua dan anak-anaknya sangat berwarna dan mengharukan, komedinya ada, sedihnya juga ada, dan percintaan yang tidak hanya antara mereka bersahabat tetapi juga ada antara orang tua mereka, dan ditambah dengan karakter kakaknya Duk Sun yang pintar tapi galak, adiknya Duk Sun yang bermuka tua, abangnya Jung Hwan yang ga bisa lulus lulus masuk perguruan tinggi dan akhirnya menemukan cinta nya. Semuanya terangkum di satu drama Reply 1988 ini.
Suasana tahun 80an nya juga sangat membuat kita bernostalgia. Barang-barang yang digunakan sesuai dengan tahunnya dan kita bisa melihat susahnya untuk berkencan pada zaman itu karena belum adanya handphone. Tapi dengan teknologi yang minim, persahabatan mereka terlihat lebih murni dan menyenangkan. Tidak ada handphone yang membuat mereka tidak terlihat autis ketika berkumpul. Terkadang harus mantengin telepon rumah untuk menunggu kabar perlombaan Choi Taek. Drama ini membuat penonton ikut hanyut didalamnya.
You guys have to watch this heart warming drama!! Bisa streaming atau download di website kesayangan kalian :)

Rabu, 03 Februari 2016

The Finest Hours (8/10★)



Sinopsis

Film ini dikutip dari kisah nyata tentang badai besar yang terjadi di Pantai Timur, New England pada Februari 1952. Badai ini membelah sebuah kapan tanker minyak yang sedang berlayar. Setengah bagian kapan tanker yang selamat menyisakan sekitar 30 orang awak kapal. Ray Sybert (Casey Affleck) sebagai asisten mesin mencoba mengambil alih kendali kapal tersebut dan mencoba bekerja sama dengan kru yang lainnya agar kapal tersebut dapat bertahan sampai ada pertolongan.

Bernie Webber (Chris Pine) yang bekerja sebagai penjaga pantai, bersama 3 orang temannya ditugaskan untuk menyelamatkan kapal tersebut. Mereka berangkat dengan menggunakan sekoci kecil dan harus melewati gosong pasir. Dikatakan bahwa tidak ada yang pernah selamat  melewati gosong pasir tersebut, tetapi kepala dari penjaga pantai tersebut tetap bersikeras untuk mengirim Bernie dan 3 temannya.


Review

Film ini recommended banget dan sangat tidak membosankan. Cocok buat ditonton bareng siapa aja. Seluruh adegan penyelamatannya menegangkan dan bisa membuat kalian lupa buat nafas. Apalagi saat sekoci Bernie melewati gosong pasir.

Ending dari film ini juga mengharukan sampai bikin nangis. Adegan heroiknya ga terlalu berlebihan tapi keren. Kisah cinta Bernie dan Miriam (Holliday Grainger) juga menjadi bumbu yang pas untuk film ini.